Pada hari itu, rasanya aku sangat malas untuk keluar rumah. Padahal hari itu ada sebuah acara yang harus kudatangi. Entah mengapa hatiku terus mendesakku untuk pergi ke acara itu. Rasanya sesuatu yang penting akan terlewatkan jika aku tak hadir dalam acara itu. Akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi.
Sesampai disana, Alhamdulillah ada ilmu yang bisa aku dapatkan. Tapi.. rasanya masih ada satu hal lagi yang belum tuntas. Dan aku tak tau itu apa. Hingga akhirnya aku mendengar perbincangan 2 orang yang duduk agak cukup dekat denganku. Entah mengapa pembicaraan mereka menarik perhatianku. Saat itu, aku hanya memfokuskan pendengaranku pada mereka. Aku merasa semakin penasaran dan semakin ingin tau banyak tentang apa yang mereka bicarakan. Tapi rasanya sangat aneh jika aku menghampiri mereka lalu ikut nimbrung tiba-tiba. Aku pun memilih untuk diam dalam keraguan hatiku.
Bagiku ini adalah hal yang sangat langka. Perasaannya seperti berjumpa dengan kawan lama. Padahal kita tak pernah bertemu sebelumnya. Dan baru kenal pada saat itu juga. Tapi rasanya sudah dekat sekali. Kita juga punya perbedaan usia yang cukup jauh dan berbeda generasi pula. Namun itu semua tak jadi masalah, cukup satu hal yang menyatukan kita yaitu tulisan. Dan cukup satu tujuan yang membuat kita bersama yaitu menjadi penulis.
Hmm.. Pertemuan kita itu..Takdirkah?
#A Letter For Someone Special
-Teh Inong, Teh Naya, Teh Dina, dan Tia-
Love You..
-Risa-
ps : Maaf tulisannya aneh kepepet deadline dan ga ada inspirasi hiks T-T
Makasih surat nya, Risa. Masukannya, klo dah nulis jgn minta maaf. Hehe. Semua tulisan pny keunikannya tersendiri. keep writing, Risa. Love u, too :*
ReplyDelete~Naya
Risa itu manusia yang suka minta maaf teh *sampe temen juga bosen dengernya hehe
ReplyDelete:: terimakasih banyak ya Risaaa....sungguh saya tersentuh loh! Saya belum pernah merasa sebegitu berarti pada pandangan pertama, dari sudut pandang orang yang baru kenal.
ReplyDeleteSmoga perjalanan persahabatan kita bisa langgeng sampai kapan pun. Ameeen...