12 Juli 2014. Hari ini pertamakali aku bertemu
dengan seorang pejuang yang datang dari Palestina. Beliau menjadi salahsatu
tamu yang datang untuk mengisi acara yang diadakan oleh SMA Alfa Centauri
Bandung. Beliau berorasi dengan penuh semangat. Suara yang keluar dari mulutnya
terdengar lembut namun bisa menggetarkan hatidan jiwaku meskipun aku tidak tahu
apa yang sedang beliau bicarakan. Dan dengan bantuan Pak Deni, salahsatu guru
agama, yang menerjemahkan ke Bahasa Indonesia, aku bisa mengerti apa isi
pembicaraan beliau. Aku merasa sangat bahagia! Aku bahagia bisa bertemu secara
langsung dengan seorang yang sedang berjuang sekuat tenaga untuk membela Islam.
Namun dibalik rasa bahagia itu,
terbersit perasaan malu dalam diriku. Aku merasa sangat malu! Aku malu dengan
keadaan Indonesia saat ini. Apakah kalian sadar?? Disaat mereka mencoba merakit
roket dan bom untuk membela diri dan meledakkan Israel, kita malah bermain-main
dengan petasan yang menyebabkan kebakaran disana-sini. Disaat para akhwat Palestina
berontak dan berusaha untuk menutup aurat mereka, kita malah sibuk mempertontonkan
dan memamerkan aurat untuk menutup rasa gengsi. Disaat pemuda Palestina sibuk
berlatih untuk perang melawan Israel, pemuda kita malah bersiap untuk perang
antarsekolah. Disaat airmata mereka mengalir deras karena perasaan sedih campur
bahagia melihat saudaranya yang syahid, airmata kita malah bercucuran melihat
tayangan sinetron di televisi. Disaat mereka berjuang untuk meraih kejayaan
Islam dan merebut Piala Akhirat, lalu apa yang kita lakukan?? Kita malah asik
dengan kemeriahan pertandingan bola untuk mendapatkan Piala Dunia! Apakah
kalian tidak merasakan apa yang kurasakan? Kalian memang tidak bisa
merasakannya karena kalian bukan diriku. Tapi apakah kalian pernah membayangkan
jika kalian ada di posisi Palestina? Terkekang dalam tekanan fisik dan mental.
Terjerat dalam kekuasaan Israel. Sangat menyedihkan.
Mungkin terlalu jauh jika aku
memaparkan tentang Palestina. Hmm coba kita lihat hal yang sangat dekat dengan
kehidupan kita, tempat kita hidup. Indonesia. Apa kalian pernah berpikir?
Berpikir tentang Indonesia. Ya, Indonesia. Negara yang sangat kaya dengan
masyarakatnya yang miskin. Negara yang memiliki kualitas makanan yang baik
namun masih banyak anak nurang gizi. Negara yang sangat luas dengan lapangan
kerja bagi masyarakatnya yang sempit. Negara yang saat musim hujan terus
dilanda banjir. Negara yang saat musim kemarau terus dilanda kekeringan dan
kebakaran hutan. Negeri yang ramah dengan tingkat aborsi tertinggi di Asia
Tenggara. Negara yang aman dengan tragedi kekerasan yang terjadi setiap hari.
Sebenarnya Negara mana yang lebih menyedihkan??
Semoga sekarang kalian sadar..
:: Terimakasih banyak atas tulisannya!
ReplyDeleteMemang, jika bicara mengenai Indonesia, banyak hal yang tidak akan pernah lepas dengan agama terbaik sedunia, islam. Di Aceh, islam pertama kali masuk dan segera menyebar karena diyakini sebagai agama yang rahmatan lilalamin. Meskipun, menurut Ayah saya, agama di Aceh berasal dari Gujarat dan Arab. Toh kedua aliran islam tersebut dapat menyebar meskipun kendala yang dihadapi tidaklah mudah. Alias melalui perjuangan. Tapi kita patut bersyukur karena dengan begitu islam menyebar dan Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Semoga Allah memberi rahmat kepada Indonesia!
Saya pernah menonton sebuah tayangan perjalanan seorang presenter ke Korea Selatan, tepatnya di daerah Ansan (saya lupa, apakah Ansan dapat disamakan dengan provinsi di Indonesia, atau hanya sebuah kota). Di Ansan, rupanya, masjid dan Islamic Centre nya didirikan oleh warga-warga rantau yang berasal dari Indonesia. SEBELUMNYA TIDAK ADA MASJID DI ANSAN!!!
Subhanallah, ketika itu saya tersadar bahwa SEBENARNYA, JIWA MUSLIM INDONESIA BEGITU KUAT & TAK TERTANDINGI !!! BAYANGKAN, MASJID MEGAH KINI BERDIRI KOKOH DI PUSAT KOTA ANSAN BERKAT PERJUANGAN MUSLIM INDONESIA YANG MENGUMPULKAN DANA HINGGA MENCAPAI 5 MILIAR!!! Sungguh membanggakan, bukan?
Bayangkan! Itu lah aslinya muslim Indonesia!!!! Dan seperti itulah seharusnya kita..dimanapun kita berada. Apalagi di tanah air sendiri. Seharusnya kita semakin bersemangat dalam beribadah dan mengurangi kedurhakaan kita kepada Allah, sebab Allah sudah melimpahkan segalanya untuk kehidupan kita di tanah ini. Sungguh ironi kan kalau justru kita hanya disibukkan dengan aktivitas2 kesenangan duniawi saja. Termasuk sifat konsumtif yang berlebihan.
Astagfirullah...
Soal Palestina, saya juga merinding dengan keberanian para muslim di sana! Bahkan pemuda-pemuda cilik tidak takut pada tank-tank canggih yang naudzubillah mengerikan! (Mangkanya saya pasang di FB) Tapi justru gambar tersebut memberikan saya semangat. Bahwa meskipun saya di sini tidak melawan tentara Israel, namun semangat mereka memberi inspirasi untuk melawan hawa nafsu: malas, tidak produktif, sombong dan penyakit hati lainnya. Semoga keberanian pejuang2 kebebasan Palestina merasuk kepada diri kita agar juga menjadi muslim yang kuat!! Ameen...#berapi-api
Wadoh, komentarnya kebanyakan nih! Maap yaaa....
@iicoet.
Sadar?? Itu juga yang aku pikirin waktu ketemu orang Palestin itu yaa.. T-T
ReplyDelete_Risa
Makasih untuk berbagi sudut pandangnya.. tapi aku kdg tersadarkan satu hal akan pertanyaan: siapa yg lbh beruntung? Mereka di Palestina atau kita yg di Indonesia? Mereka yg setiap detik nya diisi dgn perjuangan atau kita yg blm tentu bs memanfaatkan waktu detik demi detik? Mereka yg bertahan hidup dengan untaian doa atau kita yg mungkin saja lalai terhadap nikmat2 nya? Satu yg pasti: Allah sungguh sangat sayang mereka dengan caraNya. Terkadang apa yg tersurat menyembunyikan apa yg tersirat. Terkadang mungkin bagi kita penderitaan tp mungkin bagi Allah itu caraNya memelihara orang2 yg Dia cintai dari gelimang dosa. Wallahualam.
ReplyDelete~Naya
:: bicara mengenai keberuntungan, menurut sy, yg paling beruntung adalah mereka yg di Palestina!! Coba tengok, dlm Al Qur'anul Karim, seorang pejuang fisabilillah dijami surga oleh Allah ketika berjihad membela agama Allah. Mereka yg di Palestina telah tahu bgmn caranya masuk surga. Ya, berjihad dgn menyimpan nama Allah di hati mereka dalam2. Asyik kan? Jadi mana ada rasa takut di dlm diri mereka. Biarkan mati, meninggalkan dunia fana ini, asalkan kembali ke akhirat dgn jaminan surga. Subhanallah...
ReplyDeletesedangkan kita di Indo? Asyik apaan!! Malah banyak godaan duniawi. Mungkin org yg nggak ngerti akn justru lebih memilih tinggal di Indo ini. Apapun tersedia! Kesengsaraan kehidupan tidak mungkin ada. Pakaian melimpah, makanan beragam, kesenangan banyak skali modelnya: game, foto2, bioskop, pusat hiburan dll. Tapi, kita justru tidak diberikan gambaran jaminan surga apapun! Surga tuh rasanya jauuuhhhhh skaleeeee....
jika disuruh memilih, mendingan sy mati muda karena ikut membela agama Allah dan menumpas Israel ntu, dr pada hidup sampe tua di Indo. Rugi..!! Kagak ada kenikmatan ntar di akhirat...Allahu Akbar!!