Untuk
Indonesiaku
Yang
Tercinta,
Apa kabarmu wahai negeriku? Bagaimana
dengan semua elemen kehidupanmu? Masyarakatmu? Wilayahmu? Keadaan alammu? Semoga
senantiasa berkembang dan maju ya, pokoknya merata dari Sabang hingga Merauke. Sudah
lama rasanya aku ingin mengirimkan surat ini padamu. Aku ingin menceritakan
sesuatu yang kecil namun berdampak sangat besar kedepannya, khususnya bagi
keberlangsungan generasi penerusmu, termaksud eksistensiku sebagai pengagummu.
Indonesia Pertiwiku yang agung,
Kemarin aku menolak mentah-mentah
tawaran seorang kasir di minimarket dekat rumahku untuk menggunakan kantong
plastik atau dikenal dengan kantong kresek. Aku menolak bukan tanpa alasan kuat,
negeriku!
Coba bayangkan, aku hanya membeli 3
produk: tissue basah, pasta gigi dan
cokelat batangan, tetapi Mbak kasirnya ingin memberikan kantong plastik
berukuran sedang. Jelas aku menolak, “nggak
usah, Mbak!” tegasku.
Untuk apa? Barang-barang kecil tersebut
bisa kumasukkan ke dalam saku jaketku tanpa perlu kantong plastik. Selesai.
Indonesia tumpah daraku,
Selain di minimarket, aku pun paling
“anti” dengan pedagang gorengan yang membahayakan kesehatan masyarakat luas
dengan membiarkan gorengan tersebut dimasukkan ke dalam kantong kresek. Apa
jadinya jika zat kimia yang terkandung di dalam kantong kresek itu meresap ke
dalam makanan dan kemudian kita makan secara rutin dan dalam jangka waktu yang
sangat lama? Bukankah ini pasti akan menghancurkan generasimu?
Inilah yang selama ini sangat ingin
kuutarakan padamu bahwa penggunaan benda bernama kantong kresek sungguh membawa
petaka bagi bangsa ini, baik secara materil maupun moril. Segera lakukan
sesuatu berkaitan hal ini, bangsaku!
Sebagai pertimbangan, di Amerika Serikat
telah diterapkan peraturan yang berlaku bagi supermarket ataupun minimarket,
pasar dan berbagai jenis toko untuk tidak menggunakan kantong plastik atau
memberikan plastik kepada konsumen untuk membungkus barang-barang. Ditambah
lagi harga kantong kresek sengaja dibuat mahal agar konsumen berpikir dua kali
untuk membelinya. Sebagai solusi, konsumen diwajibkan untuk membawa shopping bag multifungsi sendiri dari
rumah pada saat berbelanja dimana pun. Jika terbukti terdapat penggunakan
kantong plastik, maka akan dikenakan denda yang besar, khususnya bagi pihak penyedia
jasa retail. Implementasi atas peraturan tersebut pun diawasi secara ketat oleh
pemerintah dan masyarakat secara penuh kesadaran dan integritas agar tercipta
lingkungan yang sehat tanpa kantong kresek. Ini sungguh luar biasa bukan?
Wahai Indonesiaku,
Aku tak ingin menyudutkanmu karena belum
adanya peraturan yang sama di negeri ini. Atau mungkin sudah ada, namun
pelaksanaannya nihil. Aku hanya ingin mengingatkanmu atas hal ini. Semua itu dengan
alasan bahwa kantong kresek adalah sampah yang ikut berperan dalam merusak
lingkungan karena menumpuk dari waktu ke waktu. Kita semua sama-sama tahu bahwa
kantong plastik atau kantong kresek sangat susah untuk ditangani dan
membutuhkan waktu lama agar hancur dengan sendirinya. Efek selanjutnya adalah tentu
akan memicu semakin besarnya global
warming yang terjadi secara nasional dan global. Kau dapat merasakannya
juga kan? Dimana akhir-akhir ini bumi terasa semakin panas! Semua masyarakat
dunia tengah mencemaskan dampak besar dari adanya global warming ini seperti banjir, tanah longsor, keterbatasan air
bersih, polusi, jumlah limbah dan bencana alam lainnya yang kian dekat dan
mengancam kehidupan kita semua.
Wahai bangsaku,
Buatlah peraturan yang sama seperti yang
diterapkan di Amerika Serikat! Tegaskan kepada semua pedagang yang ada di
wilayahmu untuk tidak menggunakan kantong kresek! Aku setuju dengan nenekku
yang masih setia menggunakan “keranjang pasar” pada saat berbelanja karena
mengurangi (bahkan tidak ada sama sekali) penggunaan kantong plastik! Ajaklah
para pembuat kebijakan (policy maker)
untuk membuat peraturan yang akan mengubah tata cara dan etika di dalam
perdagangan untuk ke arah “green business”,
yang dimulai dengan meniadakan penggunaan kantong kresek. Didik pulalah masyarakat
yang besar ini untuk mulai menerapkan “green
consumerism” Lakukanlah segera untuk menyelamatkan generasimu!
Indonesia, bangsaku yang besar!
Demikianlah suratku ini. Semoga engkau
menanggapi suaraku ini dengan tindakan nyata sesegera mungkin. Aku tak ingin
hal sepele ini justru akan menghancurkanmu secara berlahan. Sekarang atau di
masa depan alam ini memang akan tidak sama dengan saat ini, namun perubahan
sekecil apapun yang dilakukan detik ini dapat memperlambat kehancuran yang
terjadi pada alam, masyarakat Indonesia pada khususnya dan terhadap umat
manusia seluruh dunia pada umumnya. I do
hope so!
Salam
perubahan! MERDEKA!
Dari
orang yang selalu bangga menjadi Indonesian,
I DO AGREE! Keren bgt surat mengenai isu sosial-nya, Teh Inong. Saya pun jd ikut tersadarkan :))
ReplyDelete~Naya
:: Terimakasih banyak Teh...
ReplyDeleteIya, ini adalah masalah simple dan kadang tidak masuk dalam isu-isu kritis di kalangan masyarakat. Namun, justru yang kecil-kecil inilah yang jika dibiarkan akan memberi dampak besar di masa mendatang. Semoga melalui tulisan saya ini, bisa menginspirasi agar kita melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik. Istilah yang sedang berkembang di kota Bandung adalah Diet Kantong Plastik huhehehe...Smoga kita menjadi pelopor keberlangsungan lingkungan demi generasi penerus selanjutnya...
Sekali lagi, terimakasih banyak ya teh atas komentar positif nya... ;)
@iicoet
Wah teh saranin ke pak Ridwan kamil teh
ReplyDelete_Risa