Tuesday, July 15, 2014

Surat Untuk Indonesia


Untuk Indonesiaku
Yang Tercinta,

Apa kabarmu wahai negeriku? Bagaimana dengan semua elemen kehidupanmu? Masyarakatmu? Wilayahmu? Keadaan alammu? Semoga senantiasa berkembang dan maju ya, pokoknya merata dari Sabang hingga Merauke. Sudah lama rasanya aku ingin mengirimkan surat ini padamu. Aku ingin menceritakan sesuatu yang kecil namun berdampak sangat besar kedepannya, khususnya bagi keberlangsungan generasi penerusmu, termaksud eksistensiku sebagai pengagummu.

Indonesia Pertiwiku yang agung,

Kemarin aku menolak mentah-mentah tawaran seorang kasir di minimarket dekat rumahku untuk menggunakan kantong plastik atau dikenal dengan kantong kresek. Aku menolak bukan tanpa alasan kuat, negeriku!

Coba bayangkan, aku hanya membeli 3 produk: tissue basah, pasta gigi dan cokelat batangan, tetapi Mbak kasirnya ingin memberikan kantong plastik berukuran sedang. Jelas aku menolak, “nggak usah, Mbak!” tegasku.

Untuk apa? Barang-barang kecil tersebut bisa kumasukkan ke dalam saku jaketku tanpa perlu kantong plastik. Selesai.

Indonesia tumpah daraku,

Selain di minimarket, aku pun paling “anti” dengan pedagang gorengan yang membahayakan kesehatan masyarakat luas dengan membiarkan gorengan tersebut dimasukkan ke dalam kantong kresek. Apa jadinya jika zat kimia yang terkandung di dalam kantong kresek itu meresap ke dalam makanan dan kemudian kita makan secara rutin dan dalam jangka waktu yang sangat lama? Bukankah ini pasti akan menghancurkan generasimu?

Inilah yang selama ini sangat ingin kuutarakan padamu bahwa penggunaan benda bernama kantong kresek sungguh membawa petaka bagi bangsa ini, baik secara materil maupun moril. Segera lakukan sesuatu berkaitan hal ini, bangsaku!

Sebagai pertimbangan, di Amerika Serikat telah diterapkan peraturan yang berlaku bagi supermarket ataupun minimarket, pasar dan berbagai jenis toko untuk tidak menggunakan kantong plastik atau memberikan plastik kepada konsumen untuk membungkus barang-barang. Ditambah lagi harga kantong kresek sengaja dibuat mahal agar konsumen berpikir dua kali untuk membelinya. Sebagai solusi, konsumen diwajibkan untuk membawa shopping bag multifungsi sendiri dari rumah pada saat berbelanja dimana pun. Jika terbukti terdapat penggunakan kantong plastik, maka akan dikenakan denda yang besar, khususnya bagi pihak penyedia jasa retail. Implementasi atas peraturan tersebut pun diawasi secara ketat oleh pemerintah dan masyarakat secara penuh kesadaran dan integritas agar tercipta lingkungan yang sehat tanpa kantong kresek. Ini sungguh luar biasa bukan?

Wahai Indonesiaku,

Aku tak ingin menyudutkanmu karena belum adanya peraturan yang sama di negeri ini. Atau mungkin sudah ada, namun pelaksanaannya nihil. Aku hanya ingin mengingatkanmu atas hal ini. Semua itu dengan alasan bahwa kantong kresek adalah sampah yang ikut berperan dalam merusak lingkungan karena menumpuk dari waktu ke waktu. Kita semua sama-sama tahu bahwa kantong plastik atau kantong kresek sangat susah untuk ditangani dan membutuhkan waktu lama agar hancur dengan sendirinya. Efek selanjutnya adalah tentu akan memicu semakin besarnya global warming yang terjadi secara nasional dan global. Kau dapat merasakannya juga kan? Dimana akhir-akhir ini bumi terasa semakin panas! Semua masyarakat dunia tengah mencemaskan dampak besar dari adanya global warming ini seperti banjir, tanah longsor, keterbatasan air bersih, polusi, jumlah limbah dan bencana alam lainnya yang kian dekat dan mengancam kehidupan kita semua.

Wahai bangsaku,

Buatlah peraturan yang sama seperti yang diterapkan di Amerika Serikat! Tegaskan kepada semua pedagang yang ada di wilayahmu untuk tidak menggunakan kantong kresek! Aku setuju dengan nenekku yang masih setia menggunakan “keranjang pasar” pada saat berbelanja karena mengurangi (bahkan tidak ada sama sekali) penggunaan kantong plastik! Ajaklah para pembuat kebijakan (policy maker) untuk membuat peraturan yang akan mengubah tata cara dan etika di dalam perdagangan untuk ke arah “green business”, yang dimulai dengan meniadakan penggunaan kantong kresek. Didik pulalah masyarakat yang besar ini untuk mulai menerapkan “green consumerism” Lakukanlah segera untuk menyelamatkan generasimu!

Indonesia, bangsaku yang besar!

Demikianlah suratku ini. Semoga engkau menanggapi suaraku ini dengan tindakan nyata sesegera mungkin. Aku tak ingin hal sepele ini justru akan menghancurkanmu secara berlahan. Sekarang atau di masa depan alam ini memang akan tidak sama dengan saat ini, namun perubahan sekecil apapun yang dilakukan detik ini dapat memperlambat kehancuran yang terjadi pada alam, masyarakat Indonesia pada khususnya dan terhadap umat manusia seluruh dunia pada umumnya. I do hope so!
Salam perubahan! MERDEKA!


Dari orang yang selalu bangga menjadi Indonesian,
Cut Irna Setiawati

3 comments:

  1. I DO AGREE! Keren bgt surat mengenai isu sosial-nya, Teh Inong. Saya pun jd ikut tersadarkan :))

    ~Naya

    ReplyDelete
  2. :: Terimakasih banyak Teh...

    Iya, ini adalah masalah simple dan kadang tidak masuk dalam isu-isu kritis di kalangan masyarakat. Namun, justru yang kecil-kecil inilah yang jika dibiarkan akan memberi dampak besar di masa mendatang. Semoga melalui tulisan saya ini, bisa menginspirasi agar kita melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik. Istilah yang sedang berkembang di kota Bandung adalah Diet Kantong Plastik huhehehe...Smoga kita menjadi pelopor keberlangsungan lingkungan demi generasi penerus selanjutnya...

    Sekali lagi, terimakasih banyak ya teh atas komentar positif nya... ;)

    @iicoet

    ReplyDelete
  3. Wah teh saranin ke pak Ridwan kamil teh

    _Risa

    ReplyDelete