Untuk siapapun di negeri nun jauh
disana,
Sudah beberapa hari lamanya.. aku
hanya bisa meratapi kesedihan yang kalian alami. Walaupun hanya segelintir doa
yang bisa kupanjatkan, ku harap itulah yang terbaik. Dariku yang hanya bisa
diam membisu,
walau aku saudaramu..
Di surat ini.. Aku hanya bisa
bersuara. Suara dari hati terdalam. Hati yang ikut tersakiti. Hati yang ikut
menangis. Hati yang merasa tertindasi. Sungguh sesak rasanya..
Aku merasa aku aman disini.. Aku
mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan sebagai seorang manusia. Makanan,
pakaian, kasih sayang, tempat tidur yang nyaman, bahkan perlindungan. Namun,
pernah terpikir olehku, bagaimana nasib kalian disana?
Hidup penuh dengan ancaman dan
ketakutan. Darah dan suara ledakan mewarnai hari-hari kalian. Tetapi kalian tak
pernah menciut sedikit pun untuk mempertahankan negeri kalian. Semakin hari
kalian semakin bertambah kuat, semakin berani, dan tak takut untuk mati.
Terkadang aku iri.. Mengapa? Sungguh
kalian dijanjikan sebuah tempat yang Agung. Tempat terindah dari segala tempat
yang ada. Tempat kembali orang-orang yang terpilih. Surga...
Sementara disini.. Kuakui, kehidupanku
sungguhlah lalai. Padahal kesempatan selalu ada. Hanya saja aku yang tak sadar
dan tak menggunakannya dengan baik. Hidupku juga masih dipenuhi keluh kesah
yang tak kunjung henti. Pantaskah aku seperti itu? Tentu saja tidak. Sangat
tidak pantas! Maafkan aku Ya Allah.. maafkan aku saudaraku..
Selemah-lemahnya iman adalah doa. Aku
memang hanya manusia yang lemah, tapi setidaknya sebagai seorang manusia aku
bisa merasakan bagaimana pahitnya keadaan disana dan betapa inginnya aku
menolong mereka, walau itu hanya sekedar doa. Ya Allah lindungilah dan tolonglah mereka yang
ada disana.. Karena Engkaulah sebaik-baiknya penolong..
Nah, teman-temanku.. apakah kalian
merasakan hal yang sama denganku??
“Don’t need to be a muslim to stand up
for Gaza, you just need to be human” –someone
-Risa-
Yes, sure. Luka saudara-saudara kita di Gaza, luka kita bersama. Postingan nya mengingatkan kita untuk selalu bersyukur.
ReplyDelete~Naya
:: Bagus banget Risaaa....
ReplyDeleteSedih memang kalau bicara mengenai Gaza, tidak ada habisnya! Apalagi pihak PBB hanya bisa berpangku tangan tanpa melakukan aksi nyata seperti pengiriman pasukan yang melawan Israel, demi membantu Palestina. Smoga Allah segera menurunkan azab kepada Israel. Ameen.
Dari segi penulisan udah bagus juga Dek. Siipp. Membaca tulisan Risa seperti mengajak saya untuk juga mengangkat tangan dan berdoa untuk saudara-saudara di Gaza. Artinya tulisan Risa di awal mengajak pembaca merenung, lalu kemudian melakukan hal yang disarankan, yaitu berdoa. Terimakasih banyak ya Dek, sudah mengingatkan kita...
@iicoet