Friday, July 11, 2014

Surat Seorang ‘Manusia’

Untuk siapapun di negeri nun jauh disana,

Sudah beberapa hari lamanya.. aku hanya bisa meratapi kesedihan yang kalian alami. Walaupun hanya segelintir doa yang bisa kupanjatkan, ku harap itulah yang terbaik. Dariku yang hanya bisa diam membisu, 
walau aku saudaramu..

Di surat ini.. Aku hanya bisa bersuara. Suara dari hati terdalam. Hati yang ikut tersakiti. Hati yang ikut menangis. Hati yang merasa tertindasi. Sungguh sesak rasanya..


Aku merasa aku aman disini.. Aku mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan sebagai seorang manusia. Makanan, pakaian, kasih sayang, tempat tidur yang nyaman, bahkan perlindungan. Namun, pernah terpikir olehku, bagaimana nasib kalian disana?

Hidup penuh dengan ancaman dan ketakutan. Darah dan suara ledakan mewarnai hari-hari kalian. Tetapi kalian tak pernah menciut sedikit pun untuk mempertahankan negeri kalian. Semakin hari kalian semakin bertambah kuat, semakin berani, dan tak takut untuk mati.

Terkadang aku iri.. Mengapa? Sungguh kalian dijanjikan sebuah tempat yang Agung. Tempat terindah dari segala tempat yang ada. Tempat kembali orang-orang yang terpilih. Surga...

Sementara disini.. Kuakui, kehidupanku sungguhlah lalai. Padahal kesempatan selalu ada. Hanya saja aku yang tak sadar dan tak menggunakannya dengan baik. Hidupku juga masih dipenuhi keluh kesah yang tak kunjung henti. Pantaskah aku seperti itu? Tentu saja tidak. Sangat tidak pantas! Maafkan aku Ya Allah.. maafkan aku saudaraku..


Selemah-lemahnya iman adalah doa. Aku memang hanya manusia yang lemah, tapi setidaknya sebagai seorang manusia aku bisa merasakan bagaimana pahitnya keadaan disana dan betapa inginnya aku menolong mereka, walau itu hanya sekedar doa. Ya Allah lindungilah dan tolonglah mereka yang ada disana.. Karena Engkaulah sebaik-baiknya penolong..

Nah, teman-temanku.. apakah kalian merasakan hal yang sama denganku??


“Don’t need to be a muslim to stand up for Gaza, you just need to be human” –someone


-Risa-


2 comments:

  1. Yes, sure. Luka saudara-saudara kita di Gaza, luka kita bersama. Postingan nya mengingatkan kita untuk selalu bersyukur.

    ~Naya

    ReplyDelete
  2. :: Bagus banget Risaaa....

    Sedih memang kalau bicara mengenai Gaza, tidak ada habisnya! Apalagi pihak PBB hanya bisa berpangku tangan tanpa melakukan aksi nyata seperti pengiriman pasukan yang melawan Israel, demi membantu Palestina. Smoga Allah segera menurunkan azab kepada Israel. Ameen.

    Dari segi penulisan udah bagus juga Dek. Siipp. Membaca tulisan Risa seperti mengajak saya untuk juga mengangkat tangan dan berdoa untuk saudara-saudara di Gaza. Artinya tulisan Risa di awal mengajak pembaca merenung, lalu kemudian melakukan hal yang disarankan, yaitu berdoa. Terimakasih banyak ya Dek, sudah mengingatkan kita...

    @iicoet

    ReplyDelete