Friday, July 4, 2014

Menemui Roti Mantau



Mantau oh mantau, what a delicious bread!
Hari ini adalah hari pertama aku berada di kota Parepare ini, setelah 4 tahun lamanya aku melajutkan studi ke Bandung. Hal pertama yang ingin kulakukan adalah membeli roti mantau di Toko Sinar Terang!
“Ci, roti mantau-nya sebungkus ya!” kataku pada seorang wanita.
“Ahong, roti mantau sebungkus…!” teriak wanita tersebut kepada seseorang.
“si Ahong nggak ada, kemana sih dia?” seseorang muncul sambil membawa sebungkus roti mantau. “ini siapa yang pesan ro…ti…m…an…” kalimatnya terputus ketika melihatku. Aku mengembangkan senyum semanis mungkin. Seorang pria muda berwajah oriental terpaku menatapku. Dialah Wilson Tandrasosmijaya Wong, pacarku. Kami berdua saling pandang. Jantungku berdebar kencang seperti genderang mau perang!
“Fa..rah..” katanya.
Aku mengangguk berlahan. Dia pun meletakkan bungkusan roti mantau di atas meja dan berjalan menuju ke arahku. Ya, wajar jika dia terkejut sebab aku memang tak memberitahu perihal kedatanganku padanya.
“Hai Dear?” desahku lembut.
Dia pun tersenyum. Deretan giginya yang putih bersih berbaris rapi tanpa cela.
 “kenapa tidak beritahu aku jika kau datang, Farah!” tanyanya. Matanya dipenuhi kerinduan, begitupun aku.
Aku dan Wilson pada mulanya hanyalah teman kelas biasa namun entah apa yang membuat Wilson tertarik padaku padahal aku bukan keturunan Tionghoa. Sebab tahuku, kebanyakan teman-temanku yang berwajah oriental lebih senang berkumpul dan bersama dengan teman-teman lainnya yang kurang lebih mirip. Ya, Wilson berpenampilan menarik, cerdas dan wajah orientalnya sungguh mempesona. Kala itu aku membayangkan gadis seperti apa yang beruntung dapat meluluhkan hatinya. Ternyata akulah orangnya. Cihuuy…!
Pada awal jalinan kasih, aku dan Wilson begitu menikmati kebersamaan kami. Latar belakang masing-masing dari kami yang jauh berbeda membuat kami justru terlihat lebih istimewah. Aku dan Wilson bagaikan kopi dan susu. Wilson susunya, aku kopinya! Heheh…Selain itu, wajah oriental Wilson yang begitu khas sangat bertolak belakang dengan wajahku yang bermata bulat. Tapi urusan isi otak, aku tak mau kalah darinya. Kami sering berebut peringkat kelas melalui persaingan yang fair. Pokoknya berpacaran dengannya membuatku menjadi lebih pandai, dewasa dan mendapatkan ilmu bisnis yang begitu berharga. Maklum, kebanyakan keturunan Chinese lebih diajarkan keterampilan berdagang oleh orang tuanya disamping keterampilan hidup lainnya. Salut!
Satu hal yang paling sering dilakukan Wilson apabila kami sedang bertengkar adalah kebiasaannya membuatkan roti mantau, sejenis roti berbentuk persegi yang dapat langsung dimakan atau digoreng. Rasanya sangat manis walau tak ditambahan item lainnya.
“Farah jangan marah lagi ya sayang. Ini roti mantau spesial untuk kamu.” katanya suatu hari pada saat aku marah padanya yang tak datang menjemputku.
“sebungkus ini adalah buatanku sendiri loh sayang!” jelasnya. So sweet!
***
Aku duduk di pinggir tanggul dengan mata memadang ke arah laut lepas nan biru. Sunset memberikan gradasi warna tersendiri yang sungguh indah antara orange dan biru. Di pinggir pantai ini, aku menikmati roti mantau yang putih bersih. Aku mencium aromanya dan mulai menggigitnya. Kontan saja rasa manis memenuhi ruang mulutku dan akupun ketagihan untuk melakukan gigitan kedua, ketiga dan selanjutnya. Wilson menggenggam tanganku erat. Rasa roti mantau memang tak pernah berubah, selalu saja manis menggugah selera, semanis cintaku bersama Wilson!J

Untul Wilson, ni hao ma?
  *** 
Hi readers, Hi teams!

Itu hanya penggalan cerita singkat yang saya tulis huehhe...Tokoh yang ada dalam cerita...hmmm, sebenarnya....hmm...(tunduk malu-malu). Tapi udah ahh, malu kalo diterusin hihihi....;D

Ada yang tahu Roti Mantau? Nah, mungkin inilah makanan yang paling saya suka diantara kalangan kudapan-kudapan lainnya. Ini menjadi salah satu roti yang paling khas dari Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Biasa dijadikan oleh-oleh loh...!! Soal rasa, hmm......jangan ditanya! WEENAAAK TENAN!!!

Dahulu, waktu saya masih tinggal sendiri di Bandung, setiap kali orang tua saya datang berkunjung, selalu saya memohon agar dibawakan Roti Mantau as much as they can bring. Maklum, buat cadangan si anak kos! Karena roti ini bisa disimpan cukup lama di kulkas, asal di freezer nya yaa..Beku dong?! Biarin aja! karena justru kalau beku, jadi aman, nggak akan cepet basi...

Memang, denyut nadi perekonomian Kota Parepare paling didominasi oleh sektor perdagangan, termasuk adalah usaha kecil dan menengah (yaitu industri rumah tangga). Nah, produk Roti Mantau ini termasuk kedalam usaha rumah tangga yang sudah tersohor. Roti khas ini telah menjadi salah daya tarik bagi mereka yang berkunjung ke Parepare. Meski bentuknya sama dengan roti pada umumnya, begitu juga bahan yang digunakan yaitu terbuat dari terigu, tapi itu loh warnanya yang putih bersih, cantik dan menggoda telah menjadi sesuatu bangeeeetttt (kata Syahrini) untuk mau berkunjung lagi ke Kota Parepare, and at the end, beli lagi deh si roti itu.
Salah satu penjual roti Mantuo terkenal di Parepare adalah buatan Heryadi Thamrin. Usaha jualan kue termasuk roti Mantuo dilakoninya sejak tahun 1978, namun khusus roti mantou baru ramai dipasarkan nanti tahun 2007. Awalnya dia dapat ole-ole dari keluarga di Jakarta, dan setelah dicoba dibuat dan dipasarkan, ternyata peminatnya banyak.



Roti yang terbuat dari tepung terigu ini sangat beda dengan roti umumnya yang banyak di jual di toko-toko atau kios, terutama dalam hal rasa dan kelezatannya. Roti Mantou dapat dimakan begitu saja sambil minum teh atau kopi, namun lebih lezat kalau digoreng atau dikukus sebelum dimakan. Bila digoreng mengelurkan aroma khas yang menggugah selera untuk memakannya. Soal harga, beeuuhh......MURAH BINGGIITSSS! Satu bungkus plastik yang terdiri dari 3 potong roti Mantuo, harganya Rp.3.500.

Dalam sehari rata-rata terjual hingga 500 bungkus. Pembelinya bukan hanya orang Parepare, nuan juga pembeli yang datang dari daerah kabupaten tetangga yang ada di sekitar kota Parepare, bahkan bayak yang warga dari Makassar atau dari luar Sulawesi Selatan membelinya sebagai ole-ole khas Parepare.

Well readers and teams, mau nyoba Roti Mantau nggak? hihihi.. :D

Thursday, July 3, 2014

Mochi

Dear readers and team,

Mochi.. makanan imut kecil dan kenyal ini sudah tak asing lagi di telinga kita. Apalagi sekarang lagi booming2nya Mochi Ice Cream. Aku pun punya cerita tersendiri dengan makanan bernama Mochi itu. Saat aku SMA, aku dan sahabat-sahabatku memanfaatkan waktu luang bersama untuk membuat Mochi. 
Awalnya, kita hanya nonton di film anime. Tapi, darisana lah muncul ketertarikan kita pada Mochi dan berencana untuk membuatnya.



Setelah search di mbah gugel dan beberapa kali menonton video di Youtube, akhirnya kita mendapakan ilham cara membuat Mochi. Daaan ternyata pembuatannya itu cukup mudah. Namun untuk hasil maksimal, memang diperlukan berbagai macam eksperimen ^^

Awal tak selalu mudah coy.. Pertama kali kita membuatnya, hasil yang didapat bukanlah Mochi yang dibayangkan ataupun diharapkan. Sewaktu kita SD mungkin pernah kali yaa kita menggunakan lem tackol yang dikemas dalam wadah tabung itu, yang warnanya kalau ga hijau/biru. Nah!! Mochi yang pertama kali dibuat itu perssssiiiiisss banget sama lem tackol itu. Entah kutukan dari dewa apa yang begitu kejamnya menjadikan Mochi seperti lem tackol itu. Miris sekali rasanya..

Percobaan kedua, nah ini agak mendingan. Ga kayak yang pertama kali, jangankan dimakan, diliat 15 detik aja udah mual. Oke, Mochi kedua.. Kelebihannya adalah bisa dibentuk menjadi bulat. Yaa baru bisa dibentuk menjadi bulat, bisa sih dimakan.. tapi mungkin rasanya agak hambar hehe

Mochi ke tiga. Ini adalah Mochi yang menuai rasa haru bagi kita, alias lebih berhasil dari Mochi-Mochi sebelumnya. Tapi, untuk percobaan ketiga ini kami menambahkan rasa green tea. Dan hasilnya lebih berasa, ga hambar kayak Mochi kedua. Untuk isi dari Mochi itu sendiri, kita biasanya menggunakan ice cream, selai, dan pasta kacang merah (buat sendiri).

Oke friends.. cukup sudah kisah (tragedi) Mochi ku, sekarang saya mau berbagi sedikit tentang pembuatan Mochi. Mungkin saja anda berminat juga untuk membuat Mochi. And now watch this video! *Video ini tentang pembuatan mochi ice cream*




#Pengalaman

  • Untuk Mochi isi ice cream agak sulit pembuatannya, karena ice creamnya cepat meleleh, tapi hasilnya lebih enak :)
  • Untuk Mochi isi pasta kacang merah bisa cari di google cara pembuatan kacang merahnya, atau kunjungi laman ini http://www.justtryandtaste.com/2012/07/obsesi-roti-23-roti-isi-pasta-kacang.html
  • Kalau ga punya microwave, bisa dengan cara merebus air + gula. Setelah airnya hangat bisa langsung dicampurkan dengan tepung ketannya lalu aduk sampai rata dan bentuk jadi sebuah adonan. Untuk selanjutnya bisa mengikuti step yang ada di video ^^


Have a nice try ^^


-Risa-

3F: Friends, Food and Fun!



“Eating is so intimate. It’s very sensual. When you invite someone to sit at your table and you want to cook for them, you’re inviting a person into your life.” ~ Maya Angelou

Hi, readers, Hi team…

Saya punya filosofi tersendiri untuk makanan dan teman. Makanan itu adalah nutrisi bagi tubuh dan teman adalah nutrisi bagi jiwa. Keduanya sama penting. Ketika dua hal tersebut terhidang bersamaan maka kondisi tubuh dan jiwa akan sehat. Good friends, Good Food, Good Life!

Bukan hanya sekedar ngumpul-ngumpul, cerita-cerita, tapi pastinya harus ada sesuatu yang turut serta: MAKANAN! Makanan itu gak bisa lepas dengan sebuah kebersamaan. Ngumpul dan haha-hihi bareng gak akan sempurna kalau gak ada makanan ditengah-tengahnya. Begitupun sebaliknya, kebersamaan gak akan bisa lepas dari makanan, bukan? Entah itu hanya sekedar cemilan atau mungkin memang mempersiapkan makan besar seperti ajang nyate bareng atau ngaliwet yang khas dengan nasi yang dimasak di kastrol plus sambal dan asin itu. Atau mungkin kalian punya cara menikmati makanan bersama teman-teman yang gak biasa? Sharing dong sama kita disini…
Sebagai seorang introvert sejati, saya lebih senang ngumpul sama teman di rumah. Hehehe. Saya senang mengundang sobat-sobat, menghabiskan waktu bersama mereka di rumah sambil ngopi-ngopi atau ngemil-ngemil cantik adalah sesuatu yang priceless. Kita bisa ngobrol apa saja, ketawa-ketawa tanpa ada tatapan mata dari orang-orang yang keganggu (ini pengalaman saya beberapa kali saat ngobrol-ngobrol di tempat umum) bahkan mungkin juga dengan leluasa nangis-nangis numpahin apa aja nih yang sesek di dada. Pokonya bebas deh se-bebas-bebasnya. Gak akan ada yang liat ini, ko :P

Eh tapi kalau mau main ke rumah, ada satu syarat mutlak supaya kita punya perfect moment. Syaratnya adalah harus buat appointment dengan saya minimal dua hari sebelumnya. Ih belagu gak sih saya? Kudu bikin appointment segala, sok sibuk, kayak ibu-ibu pejabat kalo kata si Dinal (teman saya)  Wkwkwkwk. Saya sih senyum-senyum aja karena saya punya alasannya: I have to prepare a WELCOME SNACK! Yup saya mesti belanja dulu beberapa bahan di pasar untuk bikin makanan tersebut.
 
Ada tiga andalan welcome snack at my home; Ceker seuhah, Seblak and friends daun jeruk purut dan Roti canai coklat susu. Dijamin kalian pada ketagihan! Sampai ada beberapa temen yang saat datang ke rumah saya lagi, minta masak bareng menu-menu itu.  So kita pun masak bersama. Seru! Beberapa kali sempat kepikiran untuk jualan dan berbinis karena beberapa orang memuji keahlian saya meramu bumbunya. Alhamdulillaah. *makasih pujiannya* *uhuk* *keselek* Hehehe. (gimana team? Mau gabung kalau saya bikin bisnis ini?)
Nah, Sekarang mari kita kupas satu-satu tentang Welcome Snack ini yuk. Cekidot!

1.       Ceker seuhah
Makanan yang berasal dari salah satu bagian tubuh ayam ini, sangat pas banget buat ngemil. Dinikmati selagi hangat dipadupadan dengan lemon tea dingin. Pasti bikin ga bisa berhenti sampai di ceker terakhir. Ceker yang direbus dengan irisan jahe sebelum diolah membuat ceker menjadi wangi dan gak amis. Jangan lupa tambahkan daun jeruk purut di saat-saat sentuhan terakhir memasak yang akan menambah kesempuraan ceker seuhah. Segerrrrr.

2.       Seblak and friends daun jeruk
Bagi yang gak suka ceker, seblak jadi pilihan alternatif. Seblak menjadi trending food di bandung sejak  beberapa tahun terakhir ini dan buat saya menjadi makanan wajib saat kumpul dengan saudara atau teman. Selain karena pengolahannya yang super simple rasanya juga sangat menggoyang lidah, apalagi kalau dibuat super pedas. Bener-bener bikin melek. Biasanya saya suka menambahkan beberapa iris gula merah agar cita rasa seblak nya gak terlalu gurih. Oya, tambahkan kencur yang agak banyak agar wangi seblak menggelitik menggoda. Dan kenapa sih ada kata friends-nya? Karena saya sangat suka sekali memberi additional saat bikin seblak. Dari mulai otak-otak yg dipotong-potong, basreng, orak-arik telur, siomay kering, tahu kering kecil-kecil atau ditambah kerupuk ikan. Wuihhh mantaaaap.

3.       Roti canai susu coklat
Makanan khas Melayu ini, tentu gak asing lagi buat kamu-kamu, bukan? Dibuat dari Puff Pastry yang banyak dijual di supermarket, saya biasa menghidangkan saat suasana dingin. Ditambah segelas kopi tentu akan membuat sesi curhat mengalir deras seperti hujan. Heheheh. Roti canai ala Naya ini, sangat mudah sekali dibuat. Puff Pastry tinggal di potong-potong sesuai selera, biasanya saya memotong ukuran kotak besar. Panaskan margarin, lalu masukkan puff pastry, wangi mentega dan campuran terigu langsung menguar mengisi seluruh ruangan. Setelah kecoklatan, angkat, taburi dengan meses coklat dan tambahkan susu putih kental manis. Voila!   
Gimana? Sudah cukup Tergiur dan tergoda? Yuk… langsung aja maen ke rumah saya yah. Jangan lupa bikin appointment dulu. Hehehe. Looking forward to see you at my home, people!


*bagi yang memerlukan resep kedua makanan diatas, jangan sungkan untuk bertanya pasti dengan senang hati saya akan memberitahukannya :)

~Naya

Wednesday, July 2, 2014

Es krim Oreo, my favourite ever



Hi readers, Hi team...

Bagi saya, es krim itu mungkin gak seperti kopi yang nagih dan ingin diminum kapan aja. Hanya saja es krim itu harus ada di moment-moment tertentu. Baik itu di acara perayaan atau mungkin teman galau. Jangan dikira perayaan semacam pesta atau hal-hal heboh lainnya. Sukses bikin masakan dari resep pun untuk saya patut dirayakan oleh minimal banget ya, se-cup es krim. Begitu juga ketika berhasil ngusir rasa malas yang aduhai untuk nyetrika (nyetrika adalah hal yang ada di urutan terakhir diantara 100 hal lain yang saya ingin lakukan) dan akhirnya sukses banget nyelesein setrikaan yang menggunung itu, sangat patut dirayakan oleh es krim.
Saya gak terlalu suka es krim rasa buah-buahan. Dulu sukanya es krim rasa coklat. Kenapa dulu? Karena sekarang saya udah menambatakan hati sama es krim vanilla yang bertabur biscuit oreo. Gak ngerti kenapa di lidah saya, es krim vanilla mix biskuit oreo itu bisa jadi seperti salju yang menari-nari di lidah. Dingin, rasa susu nya diimbangin sama rasa biskuit manis-pahit khas oreo. Kadang saya suka banget nyari “harta karun”. Mengaduk-aduk es krim sampai menemukan bongkahan biskuit oreo yang cukup besar lalu Hap, masuk ke mulut saya, saya emut perlahan dan kresss kresss biskuit nya saya gigit. Ya Tuhan, itu tuh rasanya kayak maen lempar-lemparan bola salju sama beruang kutub. Sangat menyenangkan!

Ngomong-ngomong tentang salju, ternyata ini ada hubungannya dengan sejarah es krim. Menurut informasi yang bertebaran di internet, awalnya es krim terbuat dari es salju yang dicampur lemak susu, buah-buahan dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat. Di Eropa, es krim dibawa dan diperkenalkan oleh Marcopolo. Dimasa itu yang namanya hidangan dari es adalah hidangan untuk kaum bangsawan. Apalagi waktu jaman listrik belum ditemukan, orang berusaha membuat es dengan mesin minyak tanah. Jadi, mereka tidak harus lagi menunggu saat musim salju tiba, tapi dengan bantuan teknologi tersebut bisa membuat air menjadi beku. Hal ini menjadikan es krim sesuatu yang mewah karena hanya kalangan tertentu yang mampu mempunyai mesin tersebut.
Tapi yang paling awal mengenalkan es krim dengan bentuk yang sekarang adalah Kaisar Tang dari dinasti Shang. Seoarang Kaisar yang mempunyai cita rasa tinggi. Ketika disajikan es yang diambil dari salju yang turun, Kaisar tidak segera menyantap begitu saja es yang tersedia. Dia meminta koki Istana menyampur es dengan susu sapi, dan tepung. Ya, terlepas dari benar atau tidaknya sejarah itu, saya tetep mau bilang makasih sama Marcopolo dan Kaisar Tang. Mungkin tanpa cita rasa mereka yang tinggi, saya termasuk kalian gak akan pernah mengenal es krim yang rasanya ulala itu.
Tentu paling enak kalau makan es krim sendirian tanpa berbagi. Hihihi. *stay away from my ice cream* tapi makan es krim berdua itu lebiiiiih enak ternyata loh. Apalagi moment berebut “harta karun oreo” yang tersembunyi. Saya dan suami pasti akan terlihat seperti anak kecil yang ada di dunia-nya sendiri. Heboh gak karuan. (tapi tetep sih saya yang paling heboh. Hehehe). Kita sejenak melupakan beberapa cicilan yang deadline *oalah, curcol* dan menjadi sangat tenang dan damai.
 Ternyata, ini penyebab rasa tenang itu, menurut beberapa penelitian, salah satu manfaat es krim adalah dapat memeberi rasa nyaman dan rileks pada orang yang mengkonsumsinya. Berdasarkan penelitian Institut Psikiatri London, Inggris. Beberapa sukarelawan mengaku merasa lebih nyaman saat mengkonsumsi es krim. Ternyata es krim member dampak positif pada orbitofrontal cortex, yakni bagian depan otak yang menganalisis beberapa hal.
Dan rasa tenang dan nyaman itu sangat mungkin ditimbulkan oleh kalsium karena bahan utama es krim adalah krim susu yang kaya akan kalsium. Kalsium dipercaya memberikan efek rileksasi bagi otot dan inilah yang memungkinkan seseorang merasakan perasaan tenang dan nyaman setelah menkonsumsi es. Jadi, yuk serbu minimarket sekarang juga dan borong es krim nya :D
Oya, entah kenapa es krim itu selalu mengingatkan saya akan pasir pantai yang lembut. Kaki terasa lebih nyaman saat menginjak pasir. Persis seperti es krim yang selalu membuat nyaman saat menikmatinya. Dan entah mengapa saat makan es krim, banyak hal menyenangkan yang berkelebatan di pikiran saya dan suatu hari saya berharap sekali bisa menikmati es krim dengan cara yang belum pernah saya lakukan dan berbeda dari biasanya, diatas pasir pantai yang lembut dan bersama orang-orang yang sangat saya sayangi.
lembut seperti pasir, kan?

***
Senja itu indah sekali. Aku berjalan diatas pasir. Pasir yang begitu lembut seperti es krim. Kicau burung berkicauan riang dengan langit biru sebagai latarnya. Indah. Aku menengadah lalu menghirup wangi pantai. Debur ombak berkejaran menabuh irama yang indah. Damai sekali. Aku berjalan terus, menunggu matahari tergelincir di ufuk barat yang selalu menawarkan sensasi jingga yang luar biasa. Hemmm. Sepertinya hanya ada aku sendiri disini. Eh tunggu. Sepertinya ada yang sedang berteriak memanggil. Suara itu. Suara itu khas sekali.
“Bunda… Bunda… tunggu kitaaaaa.”
Eh itu kan suara suamiku. Aku pun berbalik. Ada suamiku dengan…… seorang anak kecil cantik berparas Dewi, matanya besar sepertiku dan rambutnya yang tebal seperti suamiku menari-nari tertiup angin. Dia berlari-lari riang sekali. Nampaknya dia sangat suka sekali lembutnya pasir yang seperti es krim ini. Just like me. Ah Tuhan, itu kan Keandra, bidadari kecil kami. Aku segera berlari ke arahnya. Saat melihatku menghampirinya, dia pun memeprcepat larinya dan Buk! Terjatuh. Dia tidak menangis malah tertawa tergelak-gelak dengan lucunya. Terjatuh diatas pasir yang lembut memang selalu menyenangkan, bukan? Aku pun terduduk di sebelahnya, ikut tertawa bersamanya.
“Bunda, Key, lihat, lihat, sunset.”
Suamiku bereteriak dan menunjuk ke arah laut, ufuk barat.
Seolah mengerti, key menoleh ke arah sunset dan terduduk diam. Penuh takjub. Key menyandarkan kepalanya di tanganku. Suamiku duduk disebelahnya, mengacak-acak rambutnya lembut. Kami bertiga berdiam. Tak mau kehilangan moment sunset yang hanya 47 detik itu. Moment dimana matahari dengan penuh penerimaan pada semesta, bergulir indah, membagi sinarnya untuk bumi di bagian yang lain. Dan sekarang semburatnya yang indah seolah seperti tangan-tangan raksasa yang mengucapkan selamat tinggal pada bumi belahan Indonesia Barat. 47 detik yang menakjubkan. Key masih tak bergeming. Umurnya masih 1,5 tahun namun kulihat dia sudah bisa menikmati sunset. Persis seperti bundanya, pengagum senja dan sunset itu hadiah yang luar biasa untuk senja. 47 detik itu pun berlalu.
“selamat tinggal matahari. Terimakasih untuk sinarnya hari ini. Esok kita jumpa lagi ya, matahari. Key, dadah sama matahari.” Aku menyenggol lembut tangannya sambil dadah-dadah. Key memang cerdas, dia seolah paham maksud bundanya. Tangan mungilnya dadah-dadah sambil memberikan senyum termanisnya untuk matahari sebagai ucapan terimakasih.”
“Daa. Daaa. Maari. Maaaaari.” Aku dan suamiku tertawa mendengar Key bilang kata matahari dengan bahasa nya dan melihat ekspresi mukanya yang imut. 
“Nah, sunset nya sudah selesai. Sekarang, lihat ayah bawa apa? ES KRIM! Cepet, kita makan sekarang. Nanti keburu cair.”
Suamiku mengeluarkan satu tumbler berukuran sedang es krim oreo favoritku dan tentu saja favorit Keandra juga sekarang. Walaupun Key hanya baru boleh makan es krim sedikit yang aku sentuh ke bibirnya dan dia jila-jilat bibir mungilnya itu. Dia menjilat-jilat kegirangan.
“Bunda, ayo kita berburu “harta karun.”
Suamiku mencoba menantang permainan yang selalu aku menangkan.
“Siapa takuuut..”
Dan jadilah kami berdua heboh dan key berteriak-teriak ikut heboh seolah menyoraki dan menjadi cheerleader perburuan harta karun senja itu.
Senja itu selain menjadi senja terbaikku, juga menjadi moment makan es krim yang paling indah dalam hidupku.
***

                Hey! Back to reality. Ini bukan di pantai, ini masih di dalam kamar tidur saya dan saya jadi ingin makan es krim sekarang juga. *batal gak yah puasanya??? :)


4 Ramadhan 1435
06. 57
~Naya

Tuesday, July 1, 2014

Musim Pedas, Jreng...Jreng...



Dear team and readers,

Sekarang Bandung menjadi lautan cabai huhahaha..Bagaimana tidak, sepertinya (berdasarkan pengamatan saya), aneka cemilan dan kuliner di kota Bandung mendadak berasa sama, kompak mengusung selera pedassssss…Ini semua gara-gara keripik yang booming di jejaring media sosial dengan tingkat level yang berbeda-beda. Sungguh inovatif!


Alhasil, semua pengusaha yang berada di industri cemilan dan kuliner tidak mau kalah melihat peluang tersebut. Tengok saja merek Kejeprut, Kicimpring Mang Ujang, Keripik Seuhah dan lain-lain. Memang, secara budaya, kita orang iNdonesia memang tidak bisa jauh dari yang namanya cabai dan pedas, iya kan?! Jadi tidak salah smua kiliner yang menjadi cirri khas kota Bandung, dibuat untuk memikat hati konsumen, terutama pecinta pedas. Anda juga doyan pedas kan? Hihihih…

Nggak Cuma kripik dan cemilan ringan, makanan juga ikut-ikutan berasa pedas menggigit. Kalau yang belum tahu, sekarang ada yang namanya Nasi Goreng Mafia (kawasan Jl. Jalaprang), Mie Merapi (kawasan Griya Pahlawan), Ceker Setan (kawasan Tubagus) dan masih banyak lagi. Namun, justru hal tersebut menggairahkan industri kuliner. Bahkan jangan salah, industri kuliner di Bandung saat ini memenang peranan penting untuk meningkatkan perekonomian kota. Ckckckkcc…..CUMA GARA-GARA PEDAS DOANG DOOONG!!!!

“Doddy Djufrani, dosen senior Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), menuturkan tren kudapan pedas ini sebetulnya bukan hal yang baru. Artinya, kudapan-kudapan itu berasal dari kudapan yang sudah lama ada, tetapi dibuat sedemikan rupa dalam bentuk inovasi yang baru. 

Dia mencontohkan toge tahu (gehu) hotjeletot, kudapan berbahan tahu toge rasa pedas ini sebelumnya ada. Cuma diberi rasa pedas di dalam yang memberi rasa baru pada gehu” (Sumber: bandung.bisnis.com)




Bukan Cuma dari segi produk yang mengarah kepada kesamaan rasa, cara pemasaran juga mengarah kepada satu media, yaitu media sosial. Lebih tepatnya jejaring media sosial yang sedang banyak digandrungi oleh anak muda jaman sekarang. Sebut saja Twitter, Facebook, Path, BBM dan Blog. Untaian kata-kata membujuk yang ringan, segar dan dengan bahasa gaul sehari-hari, menjadi “undangan” tersendiri agar konsumen melirik produk-produk bercita rasa pedas tersebut. Inilah yang menjadi tren positif dalam dunia bisnis, dan tidak ada yang bisa memprediksi kapan tren ini akan berakhir dan terganti dengan rasa baru…..We see!
Aahhh, ada-ada aja! Hihihi….

Pokona mah top pisanlah untuk dunia kuliner Bandung! Emang kagak ada matinyeeeeeee…..#borong kripik pedes

Salam hangat,

@iicoet.